Powered By Blogger

Selasa, 03 Juli 2012

Seonggok Manusia dan Dirinya

Ketika sebuah secuil pengalaman menjadi pelajaran berharga
Mencoba tegar disetiap waktu melangkah menemaninya
dan saat itu seonggok manusia melambai di perjalananya
menumpang dan mulai mengkomunikasikan kata kata biasa


Ketika beristirahat di selter yang ada di jalurnya..
Mencobalah manusia tadi masuk dikehidupanya.
dan saat itulah terjadi sebuah rasa yang selalu disebarnya
dan membuka diri satu sama lain diantara mereka..


Namun ketika mereka akan melanjutkan perjalanan
Dirinya mengatakan yang mengejutkan untuk seonggok manusia 
apa yang ia alami dan rasakan diawal perjalanan.
manusia itu memuncakan amarahnya ketika dirinya tak membuka 
satu pintu cerita penggalan pedih..

Manusia pun berjuang memahaminya dan mengertinya
Tak disangka dirinya menolak karena roman yang manusia
berikan terlalu lebih.

Manusia memberontak dan tak tau arah 
Namun semua sia sia...
manusia pun mulai membangun fondasi baru 
tepat di jiwanya yang rapuh dan menganga

Dan manusia pun mengucap janji kepada dirinya 
Akan sewaktu waktu membantunya mebangun fondasi lugu
bagian kiri jiwanya yang lebar menganga...

manusia tak pernah mengetahui lagi 
akankah dirinya menerima keberadaan
manusia yang belum stabil dalam melangkah. 

Sabtu, 23 Juni 2012

Semenit

Hanya semenit...
menikmati pagi sore itu
menanti mawar yang mekar

Hanya semenit...
membayangkan sebuah cerita
roman yang akan diri ini alami 

Hanya semenit...
juga sang bidadari melepas 
genggamannya dari tanganku

Hanya semenit...
mekarnya mawar terlepas
dari penglihatan mataku

Hanya semenit...
diri ini mengacuhkan 
lembutnya hati  
berbalut kasih putih


Hanya semenit...
hati itu pergi dari sisi kanan
hati seorang lelaki
yang takkan pernah kembali.